Bahasa Indonesia, Wawancara BAB 2 (Semester 1)
A. Pengertian Wawancara
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara pewawancara dan
narasumber untuk memperoleh informasi, keterangan, atau pengetahuan tentang
suatu hal.
Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang telah
disiapkan kepada orang yang memiliki pengetahuan atau pengalaman mengenai topik
yang dibahas.
Contoh: Siswa mewawancarai petani untuk mengetahui cara
menanam padi.
B. Tujuan Wawancara
Wawancara bertujuan untuk:
- Memperoleh
informasi yang benar dan jelas.
- Mengetahui
pengalaman seseorang.
- Menggali
pengetahuan tentang suatu pekerjaan atau kegiatan.
- Mendapatkan
data untuk membuat laporan.
- Menambah
wawasan dan pengetahuan.
C. Unsur-Unsur Wawancara
1. Pewawancara
Orang yang mengajukan pertanyaan.
2. Narasumber
Orang yang memberikan jawaban atau informasi.
3. Pertanyaan
Hal yang ditanyakan untuk mendapatkan informasi.
4. Topik wawancara
Pokok pembahasan yang ingin diketahui.
5. Jawaban
Informasi yang disampaikan oleh narasumber.
D. Jenis-Jenis Wawancara
|
Jenis |
Pengertian |
Contoh |
|
Wawancara
terstruktur |
Pertanyaan
telah disiapkan terlebih dahulu. |
Siswa
membawa daftar pertanyaan untuk petani. |
|
Wawancara
tidak terstruktur |
Pertanyaan
berkembang sesuai pembicaraan. |
Mengobrol
dengan kakek tentang masa kecilnya. |
|
Wawancara
langsung |
Pewawancara
bertemu langsung dengan narasumber. |
Siswa
bertemu kepala sekolah. |
|
Wawancara
tidak langsung |
Wawancara
dilakukan melalui media komunikasi. |
Bertanya
melalui telepon atau video call. |
E. Ciri-Ciri Wawancara yang Baik
Wawancara yang baik memiliki ciri-ciri:
- Pertanyaan
sesuai dengan topik.
- Menggunakan
bahasa yang sopan dan jelas.
- Tidak
memotong pembicaraan narasumber.
- Mendengarkan
jawaban dengan baik.
- Mencatat
informasi penting.
- Mengucapkan
salam dan terima kasih.
- Tidak
memaksakan narasumber menjawab pertanyaan pribadi.
F. Persiapan Sebelum Wawancara
Sebelum melakukan wawancara, pewawancara perlu melakukan
persiapan.
- Menentukan
topik
Contoh: Cara merawat tanaman di sekolah.
- Menentukan
narasumber
Contoh: Guru, petani, pedagang, atau kepala sekolah.
- Menyusun
pertanyaan
Buat pertanyaan yang jelas dan sesuai tujuan.
- Menentukan
waktu dan tempat
Mintalah izin serta kesepakatan dengan narasumber.
- Menyiapkan
alat
Buku catatan, alat tulis, dan alat perekam jika diizinkan.
G. Kata Tanya dalam Wawancara
Kata tanya digunakan untuk memperoleh informasi yang
berbeda-beda.
|
Kata
tanya |
Fungsi |
Contoh
pertanyaan |
|
Apa |
Menanyakan
benda, hal, atau kegiatan |
Apa
pekerjaan Bapak? |
|
Siapa |
Menanyakan
orang |
Siapa yang
membantu Bapak? |
|
Kapan |
Menanyakan
waktu |
Kapan Bapak
mulai bekerja? |
|
Di mana |
Menanyakan
tempat |
Di mana
Bapak bekerja? |
|
Mengapa |
Menanyakan
alasan |
Mengapa
Bapak memilih pekerjaan ini? |
|
Bagaimana |
Menanyakan
cara atau keadaan |
Bagaimana
cara merawat tanaman? |
|
Berapa |
Menanyakan
jumlah atau ukuran |
Berapa lama
tanaman tumbuh? |
Contoh membedakan kata tanya:
- Apa
pekerjaan Ibu? → Menanyakan pekerjaan.
- Mengapa
Ibu memilih pekerjaan itu? → Menanyakan alasan.
- Bagaimana
cara Ibu membuat kue? → Menanyakan proses.
H. Contoh Wawancara Lengkap
Wawancara dengan Petani
Topik: Cara Menanam dan Merawat Padi
Pewawancara: Rina, siswa kelas 6
Narasumber: Pak Budi, seorang petani
Tempat: Rumah Pak Budi
Waktu: Pagi hari
Dialog Wawancara
Rina: Selamat pagi, Pak. Perkenalkan, saya Rina, siswa kelas
6. Saya ingin melakukan wawancara tentang cara menanam dan merawat padi. Apakah
Bapak bersedia?
Pak Budi: Selamat pagi, Rina. Ya, silakan.
Rina: Apa pekerjaan Bapak sehari-hari?
Pak Budi: Saya bekerja sebagai petani.
Rina: Sejak kapan Bapak menjadi petani?
Pak Budi: Saya mulai menjadi petani sejak masih muda.
Rina: Bagaimana cara Bapak menanam padi?
Pak Budi: Pertama, kami menyiapkan lahan sawah. Kemudian,
benih padi disemai. Setelah cukup umur, bibit dipindahkan ke sawah dan dirawat
hingga panen.
Rina: Apa saja yang diperlukan agar tanaman padi tumbuh
dengan baik?
Pak Budi: Tanah yang subur, air yang cukup, benih yang baik,
pupuk sesuai kebutuhan, dan perawatan yang teratur.
Rina: Apa kesulitan yang sering Bapak hadapi?
Pak Budi: Cuaca yang tidak menentu, serangan hama, dan
kekurangan air.
Rina: Mengapa pekerjaan petani penting bagi masyarakat?
Pak Budi: Karena petani menghasilkan bahan pangan, terutama
beras, yang dibutuhkan banyak orang.
Rina: Apa pesan Bapak kepada anak-anak sekolah?
Pak Budi: Hargailah petani dan jangan membuang-buang
makanan.
Rina: Terima kasih banyak, Pak, atas waktu dan informasinya.
Pak Budi: Sama-sama, Rina. Semoga bermanfaat.
I. Contoh Daftar Pertanyaan Wawancara
Berikut daftar pertanyaan yang dapat digunakan siswa kelas
6.
|
No. |
Pertanyaan |
|
1 |
Apa pekerjaan Bapak/Ibu? |
|
2 |
Sejak kapan Bapak/Ibu menjalankan pekerjaan tersebut? |
|
3 |
Mengapa Bapak/Ibu memilih pekerjaan ini? |
|
4 |
Apa saja alat yang digunakan? |
|
5 |
Bagaimana proses melakukan pekerjaan tersebut? |
|
6 |
Apa manfaat pekerjaan ini bagi masyarakat? |
|
7 |
Apa kesulitan yang sering dihadapi? |
|
8 |
Bagaimana cara mengatasi kesulitan tersebut? |
|
9 |
Apa pengalaman yang paling berkesan? |
|
10 |
Apa pesan Bapak/Ibu kepada anak-anak? |
J. Contoh Wawancara di Lingkungan Sekolah
Wawancara dengan Kepala Sekolah
Topik: Kebersihan Lingkungan Sekolah
Pewawancara: Andi
Narasumber: Kepala Sekolah
Andi: Selamat pagi, Bapak. Saya Andi, siswa kelas 6. Saya
ingin bertanya tentang kebersihan sekolah.
Kepala Sekolah: Selamat pagi, Andi. Silakan.
Andi: Mengapa kebersihan sekolah sangat penting?
Kepala Sekolah: Kebersihan sekolah penting agar lingkungan
menjadi sehat, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar.
Andi: Apa saja kegiatan kebersihan yang dilakukan di
sekolah?
Kepala Sekolah: Kegiatan piket kelas, Jumat Bersih, membuang
sampah pada tempatnya, dan merawat tanaman.
Andi: Bagaimana cara siswa menjaga kebersihan sekolah?
Kepala Sekolah: Siswa harus membuang sampah sesuai jenisnya,
menjaga kebersihan kelas, dan melaksanakan piket dengan tanggung jawab.
Andi: Apa harapan Bapak kepada seluruh siswa?
Kepala Sekolah: Semoga semua siswa memiliki kebiasaan hidup
bersih dan peduli terhadap lingkungan.
Andi: Terima kasih, Bapak, atas jawabannya.
Kepala Sekolah: Sama-sama.
K. Langkah-Langkah Melakukan Wawancara
Alur wawancara
1. Menentukan topik
Apa yang ingin diketahui?
2. Menentukan narasumber
Siapa yang memiliki informasi?
3. Menyusun pertanyaan
Gunakan kata tanya yang tepat.
4. Melakukan wawancara
Salam, bertanya, mencatat, dan berterima kasih.
5. Membuat laporan
Susun informasi menjadi laporan wawancara.
L. Contoh Laporan Hasil Wawancara
Laporan Wawancara tentang Petani
1. Topik: Cara Menanam dan Merawat Padi
2. Narasumber: Pak Budi
3. Pewawancara: Rina
4. Waktu dan tempat: Pagi hari, rumah Pak Budi
5. Hasil wawancara:
Pak Budi adalah seorang petani yang telah bekerja sejak
masih muda. Beliau menjelaskan bahwa proses menanam padi dimulai dari
menyiapkan lahan, menyemai benih, memindahkan bibit ke sawah, dan merawatnya
hingga panen.
Tanaman padi membutuhkan tanah yang subur, air yang cukup,
benih yang baik, pupuk sesuai kebutuhan, serta perawatan teratur. Kesulitan
yang sering dihadapi petani adalah cuaca tidak menentu, hama, dan kekurangan
air.
Pekerjaan petani sangat penting karena menghasilkan bahan
pangan bagi masyarakat. Pak Budi berpesan agar anak-anak menghargai petani dan
tidak membuang-buang makanan.
6. Kesimpulan:
Petani memiliki peran penting dalam menyediakan bahan
pangan. Oleh karena itu, kita harus menghargai pekerjaan petani dan menjaga
makanan agar tidak terbuang sia-sia.
Post a Comment