Bahasa Indonesia : Mengenal Majas Kalimat (BAB 3 )
Mengenal
Majas: Gaya Bahasa yang Memperindah Kalimat
1.
Apa Itu Majas?
Definisi dan Esensi:
- Majas adalah gaya bahasa kiasan.
- Berfungsi menghidupkan ekspresi dalam tulisan atau
ucapan.
- Memperindah kalimat dan memperdalam makna.
Alasan Menggunakan Majas:
- Memicu imajinasi pembaca.
- Membuat narasi lebih menarik.
- Membangkitkan emosi yang kuat.
- Memberi kesan unik pada tulisan.
Peran Majas dalam Bahasa:
- Memperkaya gaya bahasa.
- Mengkonkretkan hal-hal abstrak.
- Meningkatkan daya ingat pembaca.
- Menghidupkan nuansa emosional.
2.
Jenis-Jenis Majas
a.
Majas Metafora (Perumpamaan Langsung)
Definisi:
Gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung berdasarkan persamaan
sifat.
Ciri-Ciri:
- Mengandung perbandingan langsung.
- Tidak menggunakan kata “seperti”, “bagai”,
“bak”, atau “laksana”.
- Tidak memakai kata penghubung.
Contoh:
- “Raja siang bersinar terang.” → (Matahari)
- “Dewi malam menampakkan diri.” → (Bulan)
- “Dia adalah bintang kelas kami.” → (Murid berprestasi)
- “Tangan kanan ayah sangat dipercaya.” → (Orang
kepercayaan)
b.
Majas Asosiasi (Perbandingan Dua Hal yang Berbeda)
Definisi:
Gaya bahasa yang membandingkan dua hal berbeda, tetapi dianggap sama karena
memiliki kemiripan sifat.
Ciri-Ciri:
- Menggunakan kata pembanding seperti seperti, bagai,
bagaikan, laksana, bak, atau seumpama.
- Berbeda dengan metafora karena selalu
menggunakan kata pembanding.
Contoh:
- “Semangatnya keras bagaikan baja.”
- “Suaranya melengking bagai burung camar.”
- “Wajahnya pucat seperti mayat.”
- “Sifatnya dingin laksana es.”
c.
Majas Personifikasi (Benda Mati Berperilaku Hidup)
Definisi:
Gaya bahasa yang memberikan sifat, perasaan, atau perilaku manusia kepada benda
mati atau hewan.
Fungsi:
- Membuat kalimat lebih hidup dan menarik.
- Meningkatkan imajinasi pembaca.
- Mengubah konsep abstrak menjadi konkret.
- Memperkaya gaya bahasa.
Contoh:
- “Angin berbisik di telingaku.”
- “Bulan tersenyum malam ini.”
- “Pohon kelapa melambai-lambai di tepi pantai.”
- “Pena ini menari-nari di atas kertas.”
d.
Majas Hiperbola (Melebih-lebihkan Kenyataan)
Definisi:
Gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, bahkan tidak masuk
akal, untuk memberikan kesan dramatis atau menarik perhatian.
Ciri-Ciri:
- Pernyataan dilebih-lebihkan.
- Maknanya tidak masuk akal secara harfiah.
- Bertujuan memberi penekanan dan efek kuat pada pembaca.
Contoh:
- “Suaranya menggelegar memecah angkasa.”
- “Aku menunggu ribuan tahun untuk bertemu dengannya.”
- “Kakiku terasa copot setelah berjalan jauh.”
- “Harga baju itu mencekik leher.”
4.
Kesimpulan: Majas Membuat Bahasa Lebih Indah
|
Jenis
Majas |
Ciri
Utama |
Contoh |
|
Metafora |
Perbandingan langsung tanpa kata
pembanding. |
“Dimas adalah bintang kelas.” |
|
Personifikasi |
Benda mati digambarkan seperti
manusia. |
“Angin berbisik di telingaku.” |
|
Hiperbola |
Pernyataan dilebih-lebihkan secara
berlebihan. |
“Suaranya menggelegar membelah
angkasa.” |
|
Asosiasi |
Perbandingan dengan kata seperti,
bagai, bak, dll. |
“Mereka bak pinang dibelah dua.” |
Post a Comment