B. Seni Relief (Seni Budaya BAB 5 Semester 2)
1.
Pengertian Relief
Relief adalah karya seni rupa tiga dimensi yang dibuat di atas bidang datar dengan bentuk timbul atau cekung, sehingga terlihat
memiliki kedalaman.
Relief tidak berdiri sendiri seperti patung, tetapi menyatu dengan permukaan dinding, papan, atau batu.
Contoh:
·
Relief cerita Ramayana dan Mahabharata pada Candi Borobudur.
·
Relief hiasan dinding berbentuk bunga atau hewan
dari tanah liat.
2. Jenis-jenis Relief
Relief dibedakan berdasarkan tingkat ketebalan atau penonjolannya, yaitu:
a. Relief Rendah
(Bas Relief)
Relief dengan tonjolan sangat tipis dari permukaan dasar.
Contoh:
·
Relief ukiran pada uang logam.
·
Relief gambar pada dinding candi.
b. Relief Sedang
(Middle Relief)
Relief dengan tonjolan sedang, tidak terlalu tipis dan tidak terlalu menonjol.
Contoh:
·
Relief hiasan dinding dari semen atau gips.
c. Relief
Tinggi (High Relief)
Relief dengan bentuk sangat menonjol hingga hampir menyerupai patung.
Contoh:
·
Relief wajah tokoh pahlawan pada monumen.
3. Fungsi Relief
Relief memiliki beberapa fungsi penting,
antara lain:
a. Fungsi
Estetis (Keindahan)
Sebagai hiasan
untuk memperindah bangunan atau ruangan.
Contoh:
Relief hiasan dinding di rumah atau sekolah.
b. Fungsi
Edukatif (Pendidikan)
Sebagai media
pembelajaran atau penyampaian cerita sejarah dan budaya.
Contoh:
Relief di candi yang menceritakan kehidupan masyarakat zaman dahulu.
c. Fungsi
Religius
Sebagai sarana ibadah atau keagamaan.
Contoh:
Relief pada tempat ibadah yang menggambarkan kisah keagamaan.
d. Fungsi
Sosial dan Budaya
Sebagai simbol nilai, tradisi, dan identitas
masyarakat.
Contoh:
Relief adat atau budaya daerah pada bangunan umum.
4. Teknik Membuat Relief
Beberapa teknik yang digunakan dalam pembuatan
relief adalah:
a. Teknik
Pahat
Membentuk relief dengan cara memahat atau mengurangi bahan.
Contoh
bahan: batu, kayu.
Contoh karya: relief batu pada
candi.
b. Teknik
Butsir
Membentuk relief dengan cara menambah dan membentuk bahan lunak.
Contoh
bahan: tanah liat, plastisin, lilin.
c. Teknik
Cetak
Membuat relief dengan cara menuangkan bahan ke dalam cetakan.
Contoh
bahan: gips, semen.
5. Berkreasi Seni Relief
Dalam berkarya seni relief, siswa dapat mengikuti
langkah-langkah berikut:
a. Menentukan
Tema
Tema dapat berupa alam, hewan, tumbuhan, pemandangan, atau kehidupan sehari-hari.
Contoh
tema:
Ikan di laut, taman bunga, atau kegiatan bermain.
b. Menyiapkan
Alat dan Bahan
·
Papan atau karton tebal
·
Tanah liat / plastisin
·
Alat pembentuk (sendok, stik es krim)
c. Membuat
Sketsa
Menggambar rancangan relief di atas papan.
d. Membentuk
Relief
Membentuk objek sesuai sketsa hingga tampak
timbul.
e. Finishing
Meratakan, menghaluskan, dan mewarnai relief
agar lebih menarik.
Contoh
karya siswa:
Relief sederhana berbentuk bunga dari plastisin berwarna.
Kesimpulan
Relief merupakan karya seni rupa yang dibuat
pada bidang datar dengan bentuk timbul. Relief memiliki berbagai jenis, fungsi,
dan teknik pembuatan. Melalui kegiatan membuat relief, siswa dapat
mengembangkan kreativitas, ketelitian,
dan apresiasi terhadap seni budaya.
Post a Comment