Header Ads

Kalimat Majemuk Bertingkat (Bahasa Indonesia Kelas 6 )


 

Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat yang tidak memiliki kedudukan yang setara. Anak kalimat bergantung pada induk kalimat dan biasanya diawali oleh kata penghubung (konjungsi) seperti karena, agar, jika, sehingga, walaupun, dan sebagainya

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk Bertingkat dan Contohnya

1. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sebab-Akibat

Kalimat ini menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Kata penghubung yang sering digunakan adalah "karena", "sebab", "sehingga".

Contoh:

  1. Aku tidak pergi ke sekolah karena hujan deras.

  2. Dia menangis sebab mainannya hilang.

  3. Jalanan menjadi licin sehingga banyak pengendara terjatuh

2. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

Kalimat ini menyatakan maksud atau tujuan dari suatu tindakan. Kata penghubung yang digunakan antara lain "agar", "supaya".

Contoh:

  1. Dia belajar dengan giat agar lulus ujian dengan nilai tinggi.

  2. Aku menabung setiap hari supaya bisa membeli sepeda baru.

  3. Ayah bekerja keras agar keluarganya hidup sejahtera.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

Kalimat ini menunjukkan kondisi yang harus dipenuhi agar suatu peristiwa terjadi. Kata penghubung yang digunakan adalah "jika", "kalau", "apabila".

Contoh:

  1. Jika kamu rajin belajar, kamu akan mendapatkan nilai yang baik.

  2. Kalau hujan turun, kita tidak jadi pergi ke taman.

  3. Apabila kamu bekerja keras, kamu akan mencapai kesuksesan.

4. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu

Kalimat ini menyatakan hubungan waktu antara dua kejadian. Kata penghubung yang sering digunakan adalah "ketika", "sebelum", "sesudah", "sementara".

Contoh:

  1. Aku sedang membaca buku ketika ibu datang.

  2. Kami harus menyelesaikan tugas sebelum guru datang.

  3. Dia berangkat kerja sesudah sarapan pagi.

5. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Perlawanan

Kalimat ini menunjukkan hubungan pertentangan antara induk dan anak kalimat. Kata penghubung yang sering digunakan adalah "walaupun", "meskipun".

Contoh:

  1. Walaupun cuaca panas, dia tetap berolahraga.

  2. Meskipun sakit, dia tetap datang ke sekolah.

  3. Aku tetap membantu ibu walaupun sedang lelah.

Kesimpulan

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki induk kalimat dan anak kalimat dengan kedudukan yang tidak setara. Kalimat ini memiliki berbagai jenis hubungan, seperti sebab-akibat, tujuan, syarat, waktu, dan perlawanan. Penggunaan konjungsi yang tepat akan membantu membentuk hubungan yang jelas antara induk dan anak kalimat.

No comments