ANYAMAN – SBDP KELAS 6 SD (Semester 1)
1. Pengertian Anyaman
Anyaman
adalah teknik membuat benda dengan cara menyilangkan
dua atau lebih bahan secara teratur sehingga saling mengikat
dan membentuk pola tertentu.
Anyaman termasuk karya seni rupa terapan
karena menghasilkan benda yang dapat
digunakan sehari-hari.
Contoh
benda anyaman:
·
Tikar, topi, bakul, keranjang, tas, tempat
pensil, kipas tradisional.
2. Bahan-Bahan untuk Menganyam
Bahan anyaman dibagi menjadi bahan alami dan bahan buatan.
a.
Bahan Alami
Berasal dari tumbuhan, mudah didaur ulang.
·
Bambu
→ untuk bakul, tampah, tudung saji.
·
Rotan
→ untuk kursi, tas, tempat buah.
·
Daun
pandan → untuk tikar, tas.
·
Daun
kelapa (janur) → untuk hiasan atau wadah tradisional.
·
Enceng
gondok kering → untuk tas, dompet, keranjang.
b.
Bahan Buatan
Bahan yang dibuat oleh manusia.
·
Kertas/karton
→ latihan pola anyaman.
·
Plastik
pita → kerajinan sederhana.
·
Sedotan
bekas → hiasan, alas, tas.
·
Pita
rafia → wadah atau keranjang kecil.
3. Alat-Alat untuk Menganyam
·
Pisau/cutter
(memotong bahan)
·
Gunting
·
Alat
penghalus (serut bambu)
·
Jarum
besar (untuk rotan atau enceng gondok)
·
Penggaris
(mengukur pola)
·
Papan
alas (tempat menganyam)
4. Teknik-Teknik Anyaman
Ada beberapa teknik dasar dalam anyaman:
1)
Teknik Anyam Lurus / Anyam Kepang
Bahan disilangkan secara atas–bawah secara
bergantian.
Contoh:
Tikar, anyaman kertas di sekolah.
2)
Teknik Anyam Kepiting
Pola miring menyerupai kunci kepiting, lebih
kuat daripada anyam lurus.
Contoh:
Pinggiran tempat buah dari rotan.
3)
Teknik Anyam Kipas
Disusun dari titik pusat dan menyebar seperti
kipas.
Contoh:
Hiasan dinding, kipas tradisional.
4)
Teknik Anyam Bintang
Bermotif menyerupai bentuk bintang, biasanya
memakai janur atau daun pandan.
Contoh:
Hiasan janur saat upacara adat.
5)
Teknik Anyam Silang Ganda
Pola silang dua lapis sehingga hasilnya lebih
rapat dan kuat.
Contoh:
Kursi rotan, keranjang besar.
5. Langkah-Langkah Dasar
Membuat Anyaman
Berikut langkah umum untuk pemula:
1.
Menyiapkan
bahan dan alat
Potong bahan menjadi ukuran sama panjang dan sama lebar.
2.
Menyusun
bahan dasar
Taruh beberapa helai bahan berjajar.
3.
Mulai
menganyam
Silangkan helai lain dengan pola atas–bawah
atau sesuai motif yang dipilih.
4.
Merapikan
tepi
Potong bagian yang melewati batas, lipat ke dalam atau ikat.
5.
Mengunci
ujung anyaman
Gunakan lem, ikatan, atau jahitan.
6.
Finishing
Bisa diberi warna, dipernis (untuk bambu/rotan).
6. Motif Anyaman
Motif adalah pola yang muncul dari hasil
silang-menyilang.
Motif
umum dalam anyaman:
·
Motif
Kotak → hasil dari pola atas–bawah.
·
Motif
Diagonal (miring) → dari pola kepiting.
·
Motif
Berlian (diamond) → kombinasi silang miring.
·
Motif
Bintang → titik pusat menyebar.
·
Motif
Zig-zag → pola gelombang berulang.
7. Fungsi Anyaman
Anyaman memiliki fungsi praktis dan estetis:
a.
Fungsi Praktis
·
Wadah (keranjang, bakul)
·
Alas (tikar, tatakan)
·
Perabot (kursi, meja kecil)
·
Pelengkap rumah (tudung saji)
b.
Fungsi Estetis
·
Hiasan dinding
·
Aksesori (tas, dompet, gelang)
·
Dekorasi acara adat
8. Nilai-Nilai dalam Kerajinan
Anyaman
·
Ketelitian:
Menyusun pola harus rapi.
·
Kesabaran:
Prosesnya bertahap dan detail.
·
Kreativitas:
Mengembangkan pola dan warna.
·
Pelestarian
budaya lokal: Banyak daerah Indonesia memiliki tradisi anyaman.
Post a Comment