Header Ads

MAKRAMÉ – SENI BUDAYA KELAS 6 SDN (Semester 1)

 

1. Pengertian Makramé

Makramé adalah seni membuat hiasan atau benda pakai dengan teknik mengikat dan menganyam tali tanpa alat tenun. Karya makramé dibuat dari berbagai jenis simpul yang disusun menjadi pola indah.

Ciri khas makramé:

·         Menggunakan teknik simpul (knots), bukan jahitan.

·         Terbuat dari tali (kapas, nilon, rami, wol, atau tali kur).

·         Motif dibuat dari pengulangan pola simpul.

·         Bisa menjadi benda hias atau benda pakai.

Contoh hasil makramé: gantungan kunci, tas kecil, pot gantung (plant hanger), gelang persahabatan, dekorasi dinding.

2. Sejarah Singkat Makramé

·         Berasal dari budaya Arab sekitar abad ke-13.

·         Kata “macramé” berarti ikat simpul.

·         Dibawa ke Eropa oleh pedagang, kemudian berkembang sebagai hiasan pakaian dan rumah.

·         Di Indonesia berkembang sebagai kerajinan tali kur.

3. Bahan dan Alat dalam Makramé

A. Bahan

1.      Tali kur

2.      Benang wol

3.      Tali rami

4.      Benang katun (macrame cotton cord)

5.      Ring besi/kayu, manik-manik, kayu gantungan.

B. Alat

·         Gunting

·         Papan alas / clipboard untuk mengikat tali

·         Meteran

·         Jarum pentul

4. Teknik Dasar Makramé (Simpul Utama)

1. Simpul Dasar / Lark’s Head Knot (Simpul Kepala Lark)

·         Digunakan untuk mengawali karya ketika menempelkan tali pada ring atau kayu.

·         Cara: tali dilipat dua → masukkan ke ring → ujung tali masuk ke lubang → tarik.

Contoh penggunaan: awal pembuatan gantungan pot.

2. Simpul Datar / Square Knot (Simpul Kotak)

·         Simpul paling sering dipakai.

·         Terdiri dari 2 langkah: simpul kiri dan simpul kanan.

·         Hasilnya berupa simpul kotak dan datar.

Contoh: pembuatan gelang dan tas makramé.

3. Simpul Setengah / Half Knot

·         Hanya membuat simpul kiri atau kanan.

·         Pola menghasilkan bentuk spiral.

Contoh: tali dekorasi atau aksen hiasan.

4. Simpul Anyaman / Half Hitch

·         Tali dibelitkan pada tali utama secara berulang.

·         Bisa dibuat dalam bentuk:

o    Diagonal Half Hitch

o    Vertical Half Hitch

Contoh: pinggiran wall hanging.

5. Simpul Tambahan (opsional)

·         Spiral knot

·         Josephine knot

·         Berry knot

5. Langkah Dasar Membuat Karya Makramé

A. Persiapan

1.      Menentukan jenis karya (gelang, hiasan dinding, gantungan pot).

2.      Mengukur tali (biasanya panjang 4–6 kali panjang hasil akhir).

3.      Menyiapkan ring atau alas untuk mengikat.

B. Proses Pembuatan

1.      Memasang tali dasar dengan simpul kepala lark.

2.      Membuat simpul sesuai pola (datar, spiral, half hitch).

3.      Menjaga konsistensi jarak dan kekencangan simpul.

4.      Menyusun pola dari simpul yang sama secara berulang.

5.      Mengikat bagian bawah agar rapi.

C. Finishing

·         Merapikan ujung tali.

·         Memotong kelebihan.

·         Menambahkan manik-manik bila diperlukan.

·         Menyisir ujung tali untuk efek rumbai.

 

No comments