TEKNIK MENGGAMBAR MODEL II
Menggambar model adalah kegiatan menggambar dengan meniru objek yang ada, baik benda hidup (manusia, hewan) maupun benda mati (vas bunga, botol, buah, dll). Teknik menggambar yang tepat akan membuat gambar terlihat lebih nyata dan menarik.
A.
Teknik Arsir
Pengertian:
Teknik arsir adalah teknik menggambar dengan membuat garis-garis sejajar,
menyilang, atau melingkar untuk membentuk gelap terang dan tekstur suatu objek.
Ciri-ciri:
- Menggunakan garis pendek dan panjang.
- Arah garis dapat searah, menyilang (cross hatching),
atau melingkar (circular hatching).
- Efek gelap terang diperoleh dari kerapatan garis.
Contoh:
Menggambar apel menggunakan arsir searah untuk bayangan dan arsir silang untuk
bagian yang lebih gelap.
B.
Teknik Dussel (Gosok)
Pengertian:
Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosokkan pensil, arang,
atau pastel pada bidang gambar lalu diratakan menggunakan kapas, tisu, atau
jari agar menghasilkan efek lembut dan gradasi.
Ciri-ciri:
- Warna terlihat lembut dan menyatu.
- Cocok untuk menggambar objek realistis.
- Bisa menghasilkan efek tiga dimensi.
Contoh:
Menggambar wajah manusia lalu menggosok bagian pipi dan hidung dengan kapas
untuk menunjukkan gradasi cahaya.
C.
Teknik Blok (Siluet)
Pengertian:
Teknik blok adalah teknik menggambar dengan menutup seluruh bentuk objek dengan
satu warna gelap atau terang sehingga hanya terlihat bayangan (siluet)
bentuknya saja.
Ciri-ciri:
- Tidak ada detail objek, hanya bentuk dasarnya.
- Biasanya menggunakan warna hitam untuk objek dan putih
sebagai latar atau sebaliknya.
Contoh:
Menggambar bayangan pohon dan orang yang sedang duduk saat matahari terbenam
menggunakan blok hitam.
D.
Teknik Garis (Linier)
Pengertian:
Teknik linier adalah teknik menggambar menggunakan garis-garis sebagai unsur
utama untuk membentuk dan membangun objek.
Ciri-ciri:
- Fokus pada bentuk luar dan dalam dengan garis.
- Tidak menonjolkan bayangan atau gradasi.
- Digunakan dalam tahap awal menggambar.
Contoh:
Menggambar bangunan dengan garis lurus dan lengkung untuk menunjukkan struktur
dan bentuk secara jelas.
E.
Teknik Pointilis
Pengertian:
Teknik pointilis adalah teknik menggambar dengan menggunakan titik-titik kecil
yang disusun untuk membentuk gambar.
Ciri-ciri:
- Menggunakan titik dari pensil, tinta, atau cat.
- Semakin rapat titik, semakin gelap warnanya.
- Dapat menghasilkan tekstur yang unik.
Contoh:
Menggambar wajah tokoh dengan menyusun titik-titik lebih padat di area bayangan
dan jarang di area terang.
F.
Teknik Sketsa
Pengertian:
Teknik sketsa adalah teknik menggambar cepat dan ringan untuk membuat rancangan
awal atau gambaran kasar dari objek.
Ciri-ciri:
- Garis tidak rapi, tampak cepat dan spontan.
- Digunakan untuk latihan atau perencanaan gambar.
- Tidak terlalu memperhatikan detail.
Contoh:
Sketsa kasar pemandangan taman sebelum dibuat dalam bentuk lukisan yang
lengkap.
Post a Comment