B. Klasifikasi Benda Konkret
Pengertian
Klasifikasi Benda Konkret
Klasifikasi benda konkret adalah
proses mengelompokkan benda nyata (yang bisa dilihat dan disentuh)
berdasarkan ciri tertentu menggunakan konsep berpikir komputasional dan
kecerdasan artifisial (KA).
Contoh benda konkret:
- Buah-buahan (apel, jeruk, mangga)
- Hewan (kucing, ayam, ikan)
- Alat tulis (pensil, penghapus, pulpen)
- Sampah (organik dan anorganik)
Dalam sistem koding dan KA (Kecerdasan Artifisial), proses klasifikasi dilakukan melalui beberapa tahap berikut
1. Menerima Input
Pengertian
Input adalah data yang dimasukkan
ke dalam sistem untuk diproses.
Dalam klasifikasi benda, input bisa
berupa:
- Gambar
- Teks
- Suara
- Data ciri-ciri benda
Contoh
Sederhana
Seorang siswa ingin membuat program
untuk mengelompokkan buah.
Input:
- Warna: Merah
- Rasa: Manis
- Bentuk: Bulat
Atau bisa berupa:
Gambar apel dimasukkan ke komputer.
Contoh
Kehidupan Sehari-hari
- Kamera HP mengambil gambar buah.
- Siswa mengetikkan ciri-ciri hewan di komputer.
- Scanner membaca gambar sampah.
Pengertian
Melatih KA berarti memberikan
banyak contoh data agar sistem bisa belajar mengenali pola.
Sama seperti manusia belajar dari
contoh.
Contoh
Guru menunjukkan:
- 10 gambar apel → diberi label "Apel"
- 10 gambar jeruk → diberi label "Jeruk"
Sistem belajar membedakan:
- Apel → warna merah/hijau, bentuk bulat
- Jeruk → warna oranye, kulit berpori
Semakin banyak contoh, semakin
pintar sistemnya.
Ilustrasi
Sederhana
Seperti anak kecil belajar:
- Ditunjukkan gambar kucing berkali-kali
- Lama-lama anak tahu itu kucing
Begitu juga KA belajar dari data.
3. Mengenali Pola
Pengertian
Pola adalah ciri khas yang sering
muncul pada suatu kelompok benda.
Setelah dilatih, sistem mulai
menemukan pola.
Contoh
Dari data buah:
|
Buah |
Warna |
Bentuk |
Rasa |
|
Apel |
Merah |
Bulat |
Manis |
|
Apel |
Hijau |
Bulat |
Manis |
|
Jeruk |
Oranye |
Bulat |
Asam |
Sistem menemukan pola:
- Apel → biasanya merah/hijau & manis
- Jeruk → biasanya oranye & asam
Contoh
Lain (Sampah)
- Daun, sisa makanan → mudah membusuk → organik
- Plastik, kaleng → sulit membusuk → anorganik
Itulah pola.
4. Membuat Keputusan
Pengertian
Setelah mengenali pola, sistem memutuskan
termasuk kelompok apa benda tersebut.
Contoh
Input baru:
- Warna: Oranye
- Bentuk: Bulat
- Rasa: Asam
Sistem membandingkan dengan pola →
💡 Keputusan: "Jeruk"
Contoh
Kehidupan Nyata
- Tempat sampah pintar memutuskan sampah organik atau
anorganik.
- Aplikasi kamera memutuskan wajah siapa yang terdeteksi.
5 Menghasilkan Output
Pengertian
Output adalah hasil akhir dari
proses klasifikasi.
Bentuk
Output
- Tulisan di layar
- Suara
- Lampu menyala
- Gerakan robot
Contoh
Input: Gambar apel
Output:
🖥️ “Ini adalah Apel”
Contoh lain:
Input: Sampah plastik
Output:
🤖 Tempat sampah membuka tutup bagian anorganik
Post a Comment