Header Ads

Topik B: Macam-Macam Perlawanan (BAB 2)


1. Latar Belakang Perlawanan

  • Bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda) datang ke Indonesia dengan tujuan gold, glory, dan gospel (kekayaan, kejayaan, dan penyebaran agama).
  • Mereka melakukan monopoli perdagangan dan penjajahan.
  • Rakyat Indonesia melakukan berbagai perlawanan, baik melalui perang fisik maupun organisasi.

2. Perlawanan Kedaerahan

a. Perang Diponegoro (1825–1830)

  • Penyebab: Campur tangan Belanda di Kerajaan Yogyakarta, pajak tinggi, dan perusakan tanah leluhur (pemasangan patok jalan).
  • Tokoh: Pangeran Diponegoro.
  • Strategi: Perang gerilya (serangan tiba-tiba dan memutus jalur logistik Belanda).
  • Akhir: Belanda menggunakan strategi Benteng Stelsel, berhasil menangkap Diponegoro.
  • Dampak: Belanda rugi besar hingga menerapkan Cultuurstelsel (tanam paksa).

Contoh Teladan: Pangeran Diponegoro berani membela tanah air meski akhirnya ditangkap.

b. Perang Padri (1821–1837)

  • Lokasi: Minangkabau, Sumatera Barat.
  • Penyebab: Pertentangan kaum adat vs kaum Padri (agama). Kaum adat minta bantuan Belanda → Belanda ingin kuasai Minangkabau.
  • Tokoh: Tuanku Imam Bonjol.
  • Strategi: Perang gerilya untuk melemahkan Belanda.
  • Akhir: Imam Bonjol ditangkap (1837) dan diasingkan hingga wafat di Manado (1864).

Contoh Teladan: Imam Bonjol berjuang sampai akhir meski harus diasingkan jauh dari tanah kelahirannya.

3. Masa Pergerakan Nasional (Awal 1900-an)

  • Sebelumnya perlawanan bersifat kedaerahan → mudah dikalahkan Belanda.
  • Muncul cara baru: organisasi modern yang menekankan persatuan dan pendidikan.

Organisasi Pergerakan:

  • Budi Utomo (1908) → awal kebangkitan nasional.
  • Sarekat Dagang Islam, Muhammadiyah, Indische Partij, Partai Nasional Indonesia (PNI), dll.
  • Faktor pendorong: penderitaan rakyat, lahirnya golongan terpelajar, masuknya paham nasionalisme, pengaruh negara lain (India, Filipina).

Puncak Pergerakan:

  • Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928): Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa.
  • Lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman diperdengarkan pertama kali.

 Contoh Teladan: Para pemuda rela menyatukan perbedaan demi Indonesia merdeka.

4. Kedatangan Jepang (1942–1945)

  • Jepang masuk setelah serangan ke Pearl Harbor (1941).
  • Alasan: Indonesia kaya sumber daya (minyak, beras, batu bara) + tenaga rakyat (Romusha).
  • Kekejaman: Pekerja paksa, penderitaan ekonomi, militerisme.
  • Janji kemerdekaan: dibentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
  • Jepang kalah setelah bom atom Hiroshima & Nagasaki (1945) → membuka jalan menuju Proklamasi 17 Agustus 1945.

Contoh Teladan: Para tokoh bangsa tetap mempersiapkan kemerdekaan meski berada dalam tekanan penjajah Jepang.

5. Perbedaan Perlawanan terhadap Penjajah

Aspek

Penjajahan Eropa

Penjajahan Jepang

Sifat Perjuangan

Bersifat kedaerahan

Mengarah pada persatuan nasional

Bentuk Perjuangan

Perang fisik (Diponegoro, Padri, dll.)

Organisasi & persiapan kemerdekaan

Hasil

Banyak mengalami kekalahan

Berhasil mempersiapkan kemerdekaan

Nilai dan Sikap yang Bisa Diteladani

  1. Keberanian → Diponegoro melawan meski lawan kuat.
  2. Keteguhan iman → Imam Bonjol tetap berjuang demi agama dan bangsa.
  3. Persatuan → Sumpah Pemuda sebagai simbol kekuatan bangsa.
  4. Semangat pantang menyerah → meski ditindas Jepang, bangsa Indonesia tetap berjuang hingga merdeka.

 

No comments