JUJUR (BAB 1)
1. Pengertian Jujur
Jujur adalah sikap berkata dan
berbuat sesuai dengan kenyataan, tidak berbohong, tidak menipu, dan tidak
menutupi kebenaran.
Orang yang jujur selalu menyampaikan sesuatu apa adanya, baik dalam ucapan
maupun perbuatan.
Contoh sikap jujur:
- Mengakui kesalahan ketika melakukan kekeliruan.
- Mengembalikan barang yang bukan miliknya.
- Tidak mencontek saat ulangan.
- Menyampaikan informasi sesuai kenyataan.
2.
Manfaat Perilaku Jujur dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku jujur membawa banyak
kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
a.
Bagi Diri Sendiri
- Mendapat ketenangan hati → hati menjadi tenang karena tidak takut kebohongan
terbongkar.
- Dipercaya orang lain
→ orang jujur lebih mudah dipercaya oleh guru, teman, maupun masyarakat.
- Meningkatkan harga diri → orang jujur dihormati karena memegang nilai
kebenaran.
- Mendapat pahala dari Tuhan → agama mengajarkan kejujuran sebagai perbuatan mulia.
Contoh: Seorang siswa mengakui tidak mengerjakan PR karena lupa.
Walaupun mendapat teguran, guru akan lebih menghargainya daripada siswa yang
berbohong.
b.
Bagi Orang Lain
- Orang lain merasa aman → tidak takut ditipu.
- Menumbuhkan kepercayaan → hubungan pertemanan atau pekerjaan menjadi lebih
erat.
Contoh: Pedagang yang jujur menimbang barang sesuai takaran membuat
pembeli merasa senang dan percaya.
c.
Bagi Lingkungan/Masyarakat
- Menciptakan suasana damai → masyarakat lebih tenteram bila warganya jujur.
- Mengurangi konflik
→ karena tidak ada kebohongan yang menimbulkan perselisihan.
Contoh: Dalam organisasi sekolah, anggota yang jujur dalam
menyampaikan laporan keuangan akan membuat semua pihak tenang dan percaya.
3.
Akibat/Manfaat Perilaku Tidak Jujur
Perilaku tidak jujur adalah
kebiasaan berkata atau berbuat yang tidak sesuai dengan kenyataan (berbohong,
menipu, mencuri, mencontek, memalsukan).
a.
Dampak Bagi Diri Sendiri
- Hati menjadi gelisah
→ takut kebohongannya terbongkar.
- Kehilangan kepercayaan orang lain → sekali berbohong, orang akan sulit mempercayai lagi.
- Mendapat hukuman
→ misalnya mencontek bisa dihukum guru.
- Merugikan masa depan
→ orang yang tidak jujur sulit dipercaya dalam pekerjaan.
Contoh: Siswa berbohong sudah membayar uang kas, tetapi ketahuan
oleh bendahara kelas. Akhirnya ia tidak dipercaya lagi.
b.
Dampak Bagi Orang Lain
- Membuat orang lain rugi atau kecewa.
- Menimbulkan kebencian.
Contoh: Pedagang yang tidak jujur mengurangi timbangan merugikan
pembeli.
c.
Dampak Bagi Lingkungan/Masyarakat
- Menghancurkan kepercayaan antarwarga.
- Menimbulkan perselisihan dan permusuhan.
- Menyebabkan ketidakadilan.
Contoh: Jika seorang pengurus organisasi tidak jujur dalam
mengelola uang, masyarakat bisa marah dan menimbulkan keributan.
4.
Kesimpulan
- Jujur adalah sikap yang sesuai dengan kenyataan, baik
dalam ucapan maupun tindakan.
- Perilaku jujur membawa ketenangan hati, membuat orang
lain percaya, dan menciptakan kehidupan yang damai.
- Perilaku tidak jujur menimbulkan keresahan, merugikan
diri sendiri dan orang lain, serta dapat menghancurkan kepercayaan di
masyarakat.
Post a Comment