BAB 1: Berfikir Komputasional (Pemecahan Masalah)
Apa itu Koding dan AI?
Koding (Pemrograman)
Koding adalah cara memberi instruksi kepada komputer agar bisa melakukan
sesuatu yang kita inginkan.
Contoh Aplikasi Koding:
- Game yang kalian mainkan
- Robot pembersih lantai
- Aplikasi di smartphone
AI (Kecerdasan Buatan)
AI adalah teknologi yang membuat komputer pintar seperti manusia, bisa belajar
dan memecahkan masalah sendiri.
Contoh Aplikasi AI:
- Asisten suara (Google Assistant)
- Pengenalan wajah di smartphone
- Rekomendasi video di YouTube
Langkah-langkah
Pemecahan Masalah
Dalam koding dan AI, kita
menggunakan 5 langkah pemecahan masalah untuk menyelesaikan tantangan dengan
lebih terstruktur dan efektif:
- Memahami Masalah
Mengidentifikasi apa masalah yang ingin diselesaikan dan apa tujuannya. - Membagi Masalah (Dekomposisi)
Memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikerjakan. - Mencari Pola Masalah
Mengenali kesamaan atau pola berulang yang bisa membantu menyelesaikan masalah. - Memilah Informasi Penting (Abstraksi)
Memilih informasi yang penting dan mengabaikan yang tidak relevan. - Menyusun Langkah Penyelesaian (Algoritma)
Membuat urutan langkah-langkah terstruktur untuk menyelesaikan masalah.
Langkah
1: Memahami Masalah
Mengapa Memahami Masalah Penting?
- Dasar Pemecahan Masalah → Tidak bisa menyelesaikan
masalah dengan baik jika tidak memahami masalah tersebut.
- Mencegah Kesalahan → Membantu kita menghindari solusi
yang salah.
- Menghemat Waktu → Bisa lebih cepat menemukan solusi
yang tepat.
Langkah:
- Baca atau dengarkan masalah dengan teliti.
- Identifikasi apa yang diketahui dan apa yang
ditanyakan.
- Tanyakan diri sendiri: “Apakah saya sudah benar-benar
paham masalah ini?”
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
- Bermain Game → Memahami aturan dan cara bermain sebelum
bermain.
- Memasak → Memahami resep sebelum memasak agar hasil
sesuai harapan.
Langkah
2: Membagi Masalah (Dekomposisi)
Apa itu Dekomposisi?
Dekomposisi adalah memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih
mudah dikerjakan.
Manfaat:
- Memudahkan pemecahan masalah.
- Membantu kerja tim.
- Mengurangi kesalahan.
Langkah:
- Identifikasi masalah utama.
- Pecah menjadi bagian-bagian kecil.
- Selesaikan satu per satu.
- Gabungkan hasilnya.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
- Membuat Kue → Menyiapkan bahan, mencampur adonan,
memanggang, menghias.
- Mengerjakan Proyek Sekolah → Merencanakan ide, mencari
referensi, membuat bagian proyek, menyusun hasil akhir.
Langkah
3: Mencari Pola Masalah
Apa itu Pengenalan Pola?
Pengenalan pola adalah kemampuan mengidentifikasi kesamaan atau pola berulang
dalam masalah.
Manfaat:
- Mempercepat pemecahan masalah.
- Membuat prediksi.
- Menemukan solusi lebih efisien.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
- Deret Angka → 2, 4, 6, 8 … (pola +2); 1, 3, 9, 27 …
(pola ×3).
- Permainan → Pola gerakan musuh, pola puzzle, strategi
menang.
Langkah
4: Memilah Informasi Penting (Abstraksi)
Apa itu Abstraksi?
Abstraksi adalah memilih informasi penting dan mengabaikan yang tidak relevan.
Manfaat:
- Fokus pada hal penting.
- Mempermudah pemecahan masalah.
- Mengurangi kebingungan.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
- Peta Jalan → Hanya menampilkan jalan utama, nama jalan,
lokasi penting.
- Membuat Rangkuman → Mengambil poin penting, fokus pada
ide utama, abaikan detail kecil.
Langkah
5: Menyusun Langkah Penyelesaian (Algoritma)
Apa itu Algoritma?
Algoritma adalah urutan langkah-langkah terstruktur untuk menyelesaikan
masalah.
Manfaat:
- Mempermudah penyelesaian masalah.
- Hasil lebih konsisten.
- Bisa diulang siapa saja.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
- Membuat Jus Alpukat → Siapkan bahan, kupas, blender,
sajikan.
- Menyelesaikan Puzzle → Kelompokkan potongan, susun
pinggir, isi tengah, periksa kembali.
Post a Comment