Menjelajahi Bumi, Matahari, dan Bulan (IPAS Kelas 6)
Bumi,
Matahari, dan Bulan
Ketiga
benda langit ini memiliki hubungan yang erat dan saling berinteraksi melalui
gerakan rotasi dan revolusi.
A. Pergerakan
Bumi
1. Rotasi
Bumi
- Bumi berputar pada
porosnya (sumbu) dalam arah berlawanan dengan jarum jam.
- Waktu yang diperlukan
untuk satu kali rotasi: 23 jam 56 menit.
- Rotasi menyebabkan
peristiwa siang dan malam.
- Karena kecepatannya
konstan, kita tidak merasakan pergerakan ini.
2. Revolusi
Bumi
- Bumi mengelilingi
Matahari dalam orbit berbentuk elips.
- Waktu untuk satu kali
revolusi: 365,25 hari (1 tahun).
- Revolusi menyebabkan pergantian
musim dan perubahan panjang siang serta malam di berbagai
belahan Bumi.
Contoh:
- Saat musim panas di
belahan Bumi utara, belahan Bumi selatan mengalami musim dingin.
B. Pergerakan
Bulan
1. Rotasi
dan Revolusi Bulan
- Bulan berputar pada
porosnya dan juga mengorbit Bumi.
- Waktu rotasi = waktu
revolusi terhadap Bumi: 27 hari (disebut rotasi
sinkron).
- Akibatnya, kita
hanya bisa melihat satu sisi Bulan dari Bumi.
2. Fase
Bulan
- Karena Bulan
berevolusi, bentuknya yang terlihat dari Bumi berubah-ubah.
- Fase-fase Bulan:
- Bulan
Baru: Tidak terlihat dari Bumi.
- Sabit:
Tampak sebagian kecil berbentuk melengkung.
- Separuh
(Kuartir Pertama dan Kuartir Ketiga): Setengah Bulan
terlihat.
- Purnama:
Bulan terlihat penuh.
Contoh:
- Saat terjadi gerhana
bulan, posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan
Bumi menutupi Bulan.
C. Gaya
Gravitasi di Antariksa
1. Gravitasi
Bumi
- Bumi memiliki gaya
gravitasi yang menarik semua benda ke pusatnya.
- Inilah alasan
mengapa kita tetap berdiri di permukaan Bumi dan benda jatuh ke bawah.
2. Gravitasi
Matahari
- Matahari memiliki
gravitasi yang sangat kuat, sehingga mampu menarik planet-planet di tata
surya untuk mengorbitnya.
Contoh:
- Astronot yang berada
di luar angkasa mengalami kondisi tanpa gravitasi sehingga mereka tampak
melayang.
2. Berkenalan
Lebih Dalam dengan Matahari
- Matahari adalah bintang
terbesar di tata surya, terbentuk dari gas hidrogen dan helium yang
sangat panas.
- Matahari memancarkan
cahaya dan panas ke seluruh tata surya, termasuk Bumi.
- Matahari juga
berotasi dan berevolusi mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti.
Contoh:
- Tanpa cahaya dan
panas Matahari, kehidupan di Bumi tidak akan bisa berlangsung karena tidak
ada sumber energi utama.
3. Berkenalan
Lebih Dalam dengan Bumi
- Bumi
adalah satu-satunya planet yang diketahui memiliki kehidupan.
- Sekitar 70%
permukaan Bumi terdiri dari air, sehingga memungkinkan
kehidupan berkembang.
- Termasuk dalam
kelompok planet berbatu karena tersusun dari bebatuan
dan logam.
Contoh:
- Keberadaan lautan di
Bumi berperan dalam mengatur suhu dan mendukung kehidupan berbagai
spesies.
4. Berkenalan
Lebih Dalam dengan Bulan
- Bulan adalah satelit
alami Bumi yang selalu mengorbit Bumi.
- Satu-satunya benda
langit selain Bumi yang pernah dikunjungi manusia.
- Bulan tidak memiliki
cahaya sendiri, cahaya yang kita lihat adalah pantulan dari Matahari.
- Karena Bumi juga
bergerak, waktu revolusi Bulan yang terlihat dari Bumi adalah 29
hari.
Contoh:
- Saat terjadi gerhana
matahari, posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi,
sehingga menutupi cahaya Matahari dari Bumi.
Kesimpulan
- Bumi,
Matahari, dan Bulan saling berinteraksi dalam sistem tata
surya.
- Bumi
berputar pada porosnya (rotasi) dan mengorbit Matahari (revolusi)
yang menyebabkan pergantian siang-malam serta musim.
- Bulan
berputar pada porosnya dan mengorbit Bumi, menyebabkan
kita selalu melihat sisi yang sama dari Bulan.
- Matahari
adalah sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi dan
memiliki gravitasi besar yang mengendalikan orbit planet-planet.
- Gravitasi
berperan penting dalam menjaga benda langit tetap berada dalam orbitnya.

Post a Comment